Customer Service

021 - 33999702 / 021 - 31722711

cs@kompaskarier.com

Tersedia lebih dari 10.000 lowongan pekerjaan, saatnya menemukan peluang karir yang lebih menjanjikan bagi Anda.
Ultimate-U
with Rene Suhardono Canoneo
Selasa, 21 Februari 2012

The Language Of Love

    Tanggal 14 Februari awal minggu ini istimewa karena sekali lagi diajak manteman TEDxJakarta untuk mengisi TEDxkasihSayang. Saya memang penggemar berat geakan global nirlaba TED yang dimulai oleh sapling Foundation sejak 1990-an ini. Begitu banyak ide keren bermunculan dari TED & TEDx yang masing-masing disampaikan dalam format presentasi singkat selama maksimal 18 menit: TEDx sendiri adalah sebutan untuk inisiatif TED ( technology, Entertainment & Design ) yang dijalankan secara
independent oleh para sukarelawan dari berbagai kota di seluruh pelosok dunia. Begitu banyak tokoh, pemikir, pakar, budayawan, dan banyak lagi yang sudah membagi ide-ide inspiratif mereka di TEDx.

    Dalam TEDxKasihSayang tempo hari, saya berbagi panggung dengan @TracyTrinita @JoDatingCoach dan sahabat saya @DindaShimmerinc. Tema Kasih Sayang yang kental disajikan dengan cara unik dan seru. @TracyTrinita bercerita keindahan menjalani kehidupan sebagai lajang. @JoDatingCoach bicara soal keseimbangan dari dalam diri untuk memaknaicinta sepenuhnya. Sementara @DindaShimmerinc mengisahkan perjalnan kehidupan cintanya dengan mendiang suaminya, @AlexAbimanyu. Karena semua pembicaraan esensial sudah diambil, saya sendiri memilih tema santai mengenai makanan makanan dan
memasak sebagai manifestasi bahasa cinta. Sebagai penggila icip-icip makanan dan penyuka masak, obrolan ini sekedar sebuah ajakan. Ya, ajakan untuk melihat makanan lebih dari sekedar pengisi perut dan memasak lebih dari sekadar aktivitas ribet di dapur. Belajar dari para guru saya @PakBondan & @GatotPurwoko - makanan, memasak, atau apa pun bisa dijakdikan bahasa cinta bila diniatkan, dirasakan, dan dijalankan. Dan, bahasa cinta jauh lebih powerful dan bermakna dari bahasa logika.

    Language is the source of misunderstanding - Antoine de Saint Exupery. Ini salah satu kalimat penting dari buku favorit saya Little Prince. Sering kali logika yang telah mendominasi kehidupan sehari-hari menjadi  satu-satunya bahasa yang dipahami dalam berinteraksi. Celakanya, bahasa logika juga mendominasi setiap setiap interaksi dengan orang-orang terdekat kita. Berapa banyak anak-anak yang resah karena merasa tidak mampu (baca: tidak mau ) mengikuti anjuran dan inspirasi orangtua mereka? Berapa banyak mereka? Bagaimana dengan Anda?

    You hearts knows long before your head does. Think less-feel more. Terkait pertanyaan-pertanyaan di atas, ada dua sudut pandang menarik: semua orangtua normal pasti cinta pada anaknya dan pada saat yang sama menginginkan segala yang terbaik untuk si anak. Bersamaan dengan itu, semua anak normal juga pasti sayang pada orangtuanya dan pada saat yang sama punya kebutuhan untuk didengar, dihormati, dan disayang. Jika saja orangtua dan anak menggunakan bahasa cinta, tidak ada yang tidak mungkin. Tidak perlu ada keresahnan, kekecewaan, atau frustasi.

    What do most parents want for their children? Strong wings and deep roots. Sebagai orangtua 4 anak, saya juga harus mengerti, sebagaimana diajarkan oleh ibu saya bahwa nasihat terbaik yang bisa diberikan untuk seorang anak adalah ini: "Dengarkan dan pahami aspirasi masing-masing anak dan dukung dengan perkataan, perbuatan, dan doa."

    kolom ini saya tutup dengan mengucap doa agar setiap hari adalah Hari Kasih Sayang tanpa harus menunggu 14 Februari tahun berikutnya. Today and everyday is the day of love when you have family in your heart and around you. Amor est vitae essentia.

rene Suhardono - CareerCoach & Pendiri ImpactFactory
Penulis buku : "Your Job is NOT Your Career" & "UltimateU"
Colek saya di twitter: @reneCC

Share |