Customer Service

021 - 33999702 / 021 - 31722711

cs@kompaskarier.com

Tersedia lebih dari 10.000 lowongan pekerjaan, saatnya menemukan peluang karir yang lebih menjanjikan bagi Anda.
Ultimate-U
with Rene Suhardono Canoneo
Selasa, 7 Februari 2012

Celebrating Uniqueness: A Lesson from The Dancing CEO

Ajakan teman lama untuk kongkow bareng bersama timnya di Sukabumi minggu lalu bukan cuma sekadar menyegarkan badan - karena bisa sejenak kabur dari udara polusi Jakarta, tetapi juga menyegarkan pikiran dan batin - karena bisa bertukar cerita- cerita seru. Teman saya ini, Rully Safari, pernah berkesempatan kerja bersama almarhum Tim Mackay - CEO perusahaan semen multinasional yang beroperasi di Indonesia.  Beliau merupakan salah satu korban peristiwa bom Mariott Jakarta beberapa tahun lalu.
    Walaupun hanya berinteraksi singkat dengan beliau, saya turut merasa kehilangan. Sebuah perasaan yang ternyata juga dirasakan oleh ribuan orang lain yang hidupnya pernah bersentuhan dengan Pak Tim, mungkin bahkan juga Anda yang tengah membaca koran ini. Perawakan Pak Tim biasa saja, bahkan cenderung kecil untuk ukuran bule. Sekilas tidak ada yang istimewa hingga saat beliau berinteraksi dengan Anda. Saya menggunakan kata "interaksi" karena bahkan tanpa berkata-kata beliau mampu menyentuh jiwa kita. Tatapannya tajam tetapi hangat, perangai dan perilakunya menandakan perhatian dan kepedulian pada teman bicara. Beliau inspiratif karena senantiasa bisa memaknai keunikan dirinya.
    We may be doing the same job as another person, but we can still be unique. Dalam obrolan itu, Rully menceritakan satu pengalaman yang mempertegas keunikan Pak Tim. Sebelum ditempatkan di Indonesia, beliau harus berhadapan dengan ribuan pekerja di sebuah negara Asia Selatan. Para pekerja resah karena perusahaannya baru saja di beli oleh perusahaan tempat Pak Tim bekerja. Alkisah, sebelum acara resmi di mulai, mendadak bunyi musik genderang perang. Situasi diperburuk dengan suara jeritan, teriakan, dan makian ribuan orang. Penyelenggara berniat segera membatalkan acara acara demi keselamatan Pak Tim, tetapi beliau menolak dan malah berjalan menuju podium. Apa yang dilakukan oleh Pak Tim? Beliau tidak berpidato. Tidak juga meneriakkan komando. Pak Tim justru menari mengikuti irama musik perang yang tengah berkumandang. Walhasil, ketegangan mencair. Ketegangan dan makian beralih jadi gelak tawa. Melalui satu tindakan unik satu orang, kecurigaan, ketakutan, dan kekhawatiran bergeser jadi keterbukaan, kepercayaan, dan keyakinan.
    Anyone can learn the same skills and develop identical competencies but your passion and purpose are exclusively yours! Cerita Pak Tim adalah  cerita bagaimana keunikan seseorang menjadikan dirinya istimewa di mata banyak orang. Siapa pun punya peluang sama untuk membangun cerita diri yang seru, asyik, dan keren. Syaratnya cuma satu, apakah Anda sudah memahami, memaknai, dan meyakini keunikan diri?
    Your passion adn purpose is the avenue to acquire your unique skills, talents and abilities. Tanpa passion, pekerjaan sekadar sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup dan memenuhi job description dan KPIs. Tanpa purpose, kehidupan sekadar untuk menjalani siklus biologis: makan, minum, tidur, dan seterusnya. Tidak ada keasyikan berkarya, gereget kepuasan, dan kepedulian pada selain diri/ keluarga sendiri.
    Being unique = being entirely yourself. Tidak ada yang lebih alamiah selain menjadi diri sendiri. Kenapa harus menggantungkan pilihan hidup pada pilihan orang lain? Kenapa masih juga membiarkan diri dikotak-kotakkan menurut standar tertentu? Kenapa terus ragu setiap kali merasakan lentera jiwa? Sekarang waktunya
memaknai, menjalani dan merayakan keunikan diri masing-masing. A pedibus usque ad caput - A posse ad esse.


Rene Suhardono- careercoach
Penulis buku: "Your Job is NOT Your Career" & "UltimateU"
Colek saya di twitter: @reneCC

Share |