|
Tersedia lebih dari 10.000 lowongan pekerjaan, saatnya menemukan peluang karir yang lebih menjanjikan bagi Anda.
Email:
karier@kompas.com |
Dunia Kerja
Kamis, 2 Februari 2012Pemimpin Komunitas yang Tak Berjarak
SHUTTERSTOCKSeorang pimpinan yang berada di pusat kelompoknya, tetap harus kuat menggarap data dan bekerja berdasar fakta. KOMPAS.com - Dalam krisis ekonomi yang tidak berkesudahan dan tidak terprediksi ini, masih ada krisis lain, yang terasa, dibahas, tetapi tidak pernah terangkat ke permukaan dengan gamblang, yaitu rasa peduli dan sense of belonging. Kita bisa melihat bahwa memang sudah tercipta jarak antara karyawan dan perusahaan, antara para pejabat dengan rakyat. Demikian juga, empati rakyat pun hampir tidak ada terhadap para pemimpinnya. Apa penyebabnya? Tak jarang kebijakan atau tindakan yang diambil para pemimpin, terutama di saat krisis, tidak mencerminkan kepedulian pada manusia dalam kelompok dan pada “komunitas”-nya. Bila perusahaan mengalami guncangan finansial, hampir pasti yang dilakukan adalah memangkas ongkos sumber daya manusia untuk mempertahankan laba, misalnya memangkas fasilitas, menghentikan program pengembangan karyawan, apalagi program CSR. Akibat tidak langsung terhadap manusia yang menjadi penunjang utama jalannya ekonomi, perusahaan ataupun lembaga adalah tumpulnya perasaan dan ketidakpedulian terhadap perasaan orang lain, yang sebenarnya menjadi perekat penting dalam organisasi. Upaya penyuntikan dana yang dilakukan untuk membuat perusahaan sehat kembali dan mengembalikan motivasi karyawan, sering terlihat sia-sia. Dalam sebuah pertemuan, seorang CEO bank Syariah, mengemukakan bahwa anak buahnya diajak bersama-sama menyalurkan zakat pendapatannya, melalui program CSR perusahaan. Karyawan diminta menyisihkan 20 persen bonusnya dan ikut menyumbangkannya ke dalam program CSR perusahaan. Kegiatan ini tidak hanya membuat mereka mudah menyatukan derap langkah, namun sekaligus memberi kebanggaan karena mereka mampu menjalankan peran pribadi sekaligus peran sosial dengan seimbang. Dengan demikian, komunitas mendorong dirinya sendiri untuk peduli terhadap tempat kerja, teman kerja, dan lingkungan.. Seorang pimpinan yang berada di pusat kelompoknya, tetap harus kuat menggarap data dan bekerja berdasar fakta. Selain anak buah juga akan terdidik untuk bekerja secara akurat, ia pun lebih mampu memperbaiki kinerja anak buahnya dengan cara ini. Pada saat perusahaan-perusahaan farmasi terpuruk secara finansial dan berusaha mempertahankan laba perusahaan, apakah perusahaan memikirkan bahwa masih ada tenaga-tenaga riset yang masih berobsesi untuk mencari penyembuhan bagi penyakit-penyakit mematikan dan bukan sekadar menciptakan obat yang akan diperdagangkan? Pada saat orang saling tuding, menyelamatkan diri dari tuduhan korupsi, apakah para penguasa memperhatikan bahwa masih ada individu-individu idealis yang mempunyai keyakinan besar bahwa negara ini akan semakin baik? Jadi, bila dulu kita berkonsentrasi pada karyawan yang berkinerja baik, berkontribusi pada laba perusahaan, maka tidak ada salahnya kita melirik pada individu-individu yang bermotivasi tinggi dan berobsesi tentang suatu hal yang berkaitan dengan organisasi. Bebaskan mereka berimajinasi dan berinisiatif dan berilah support. Dengan cara ini kita sudah menyulut sumbu motivasi perusahaan yang akan tak disangka-sangka berdampak sangat besar pada perusahaan atau lembaga. Baca juga: |