Gender di Dalam Perusahaan

Jumat, 10 November 2017 | 00:00 WIB
Gender di Dalam Perusahaan

Sebuah penelitian mengatakan bahwa 63 persen karyawan wanita memilih dipimpin oleh bos pria dibandingkan bos wanita.  Sebenarnya, dari sisi pimpinan sendiri, manakah yang lebih mudah mengepalai karyawan wanita atau pria? Berikut uraiannya.


Positif dan negatif memimpin perusahaan dengan karyawan pria lebih banyak:
"Pria memerlukan waktu istirahat yang singkat tapi sering," ujar Tammy Butler, yang saat ini memimpin 19 karyawan pria di perusahaan IT di Chicago, Amerika Serikat.

Menurut Butler, pria sulit mengekspresikan emosi dan tekanan hati. Maka dari itu, menyediakan ruang dan waktu untuk melampiaskannya lewat suatu aktivitas olahraga, terbilang efektif untuk mengembalikan konsentrasi dan fokus terhadap pekerjaan.  

“Kami memasang meja biliar dan menyediakan beberapa alat fitnes, sehingga mereka dapat beristirahat selama 15 menit, atau kapanpun mereka mau. Perbedaan karyawan pria dan wanita yang nyata adalah pria tidak akan sungkan bertanya atau meminta sesuatu saat seseorang diberi hak yang lebih  istimewa. Sebaliknya, wanita terlalu sopan dan akhirnya malah berujung dengan gosip atau bertengkar lewat surat elektronik antara satu dengan yang lain,” terangnya.

Butler mengatakan dalam dunia profesional kejujuran atau kebebasan mengekspresikan ide serta pikiran sangat penting. Sikap yang demikian lebih banyak ditemui pada karyawan pria.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah karyawan pria sulit melakukan multitasking. Maka, cara yang direkomendasikan oleh Butler adalah memberikan karyawan pria tanggung jawab untuk satu waktu. Namun, yang demikian tak terjadi pada karyawan wanita. Mereka justru akan semakin berkembang ketika diberikan kepercayaan mengerjakan tugas multitasking.

Sisi baik bekerjasama dengan karyawan pria adalah jiwa kompetisi dan selalu berani menantang diri sendiri menjadi lebih baik. Butler merasa sikap tersebut menyebarkan energi positif di ruang kerja.

Positif dan negatif memimpin perusahaan dengan karyawan wanita lebih banyak:
"Kita semua adalah orang yang profesional saat bekerja. Jadi, pastikan untuk memimpin lewat karakter, bukan jenis kelamin," kata Susie Tempest, seorang pemimpin dengan  15 karyawan wanita di perusahaan PR Hills Balfour.

"Aku mungkin lebih sensitif untuk urusan emosi karyawanku. Beberapa pemimpin atau bos berpikir jangan pernah menggabungkan kehidupan personal dengan pekerjaan. Namun kenyataanya, kita semua menghabiskan sebagian hidup kita ditempat kerja. Jadi hal tersebut memang tak dapat dihindari," ujar Liz Weston, pemimpin yang menjalankan perusahaan WestonCommunications dengan 80 persen karyawan wanita.

Weston mengatakan bahwa karyawan wanita lebih mudah untuk diatur karena mereka menghargai waktu dan proses. Selain itu, mereka cenderung lebih teliti dibandingkan pria. Hal ini sangat menguntungkan, terutama untuk pekerjaan yang berkaitan dengan keuangan.

Dibandingkan karyawan pria, ternyata karyawan wanita lebih banyak memiliki ide kreatif yang menyegarkan.  Selain itu, mereka tak malu untuk bertanya dan meminta maaf jika melakukan kesalahan.

Mengenai sisi positif karyawan wanita lainnya, Tempest merasa bahwa karyawan wanita memiliki tanggung jawab yang tinggi dalam menyelesaikan pekerjaan mereka hingga benar-benar selesai.

 

Tim KompasKarier

Referensikan teman kamu