Perusahaan Global Ramai-ramai PHK Pegawai

Kamis, 12 Oktober 2017 | 00:00 WIB
Perusahaan Global Ramai-ramai PHK Pegawai

Tahun 2016 bukan merupakan tahun yang mudah bagi perekonomian, tidak hanya Indonesia namun juga pada tataran global.

Perlambatan ekonomi pada beberapa negara berdampak pada menurunnya kinerja dan profitabilitas banyak korporasi skala global.

Kompas.com merangkum beberapa perusahaan global dan multinasional yang mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para pegawainya. Bagaimana 2017?

Pemangkasan jumlah pegawai tersebut dilakukan tidak hanya karena kinerja bisnis yang menurun akibat perlambatan ekonomi global, namun juga atas alasan efisiensi bisnis.

Sektor Teknologi Informasi 

Beberapa perusahaan global di sektor teknologi informasi tercatat mengumumkan PHK terhadap pegawainya.

Raksasa TI Microsoft, misalnya, menyatakan bakal memangkas jumlah pegawai sebanyak 2.850 orang dalam kurun 12 bulan ke depan.

Microsoft berencana memangkas 4.700 atau sekitar 4 persen dari jumlah pegawai yang ada saat ini.

Sebagian besar pegawai yang akan dirumahkan berasal dari unit bisnis ponsel pintar alias smartphone.

Adapun raksasa TI lainnya, Intel, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 12.000 orang karyawan.

Dengan bisnis komputer pribadi atau PC yang kini tengah jatuh, Intel menyadari harus melakukan perubahan dengan cepat guna tetap bertahan dan kini lebih memfokuskan diri pada cloud.

Perusahaan penyedia layanan media sosial mikroblog Twitter juga melakukan PHK terhadap sekira 300 posisi pekerjaan. Jumlah tersebut merupakan 8 persen dari total pegawai Twitter.

Perusahaan produsen perlengkapan telekomunikasi asal Swedia Ericsson AG mengumumkan bakal menutup pabrik dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap setidaknya 3.000 orang karyawannya di seluruh dunia.

Hal ini sejalan dengan upaya penghematan biaya yang sedang dilakukan perusahaan yang produk ponselnya pernah berjaya di era 1990-an tersebut.

Sektor Migas

Jatuhnya harga minyak dunia dalam dua tahun terakhir membuat banyak perusahaan migas dunia tersengal-tersengal. Akibatnya, PHK pegawai pun tidak dapat dihindari.

Pada tahun 2016 ini, perusahaan minyak asal Inggris, BP, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 7.000 karyawannya. Gelombang PHK ini bergulir setelah BP mengalami kerugian besar pada tahun 2015.

Selain itu, perusahaan Schlumberger merumahkan 10.000 karyawan dalam tiga bulan terakhir sebagai dampak jebloknya harga minyak dunia.

Kebijakan Pemutusan Hubungan Karyawan (PHK) karyawan tersebut menyusul kerugian besar yang diderita perusahaan layanan di sektor migas ini.

Sektor Penerbangan

Pabrikan pesawat asal AS, Boeing, berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap setidaknya 8.000 karyawan divisi pesawat komersial pada tahun 2016. Dengan langkah ini, Boeing dapat menghemat biaya hingga 1 miliar dollar AS.

Pun produsen pesawat dan kereta asal Kanada, Bombardier, mengumumkan pemangkasan jumlah pegawai untuk kedua kalinya pada 2016 ini, yakni sebanyak 7.500 posisi pekerjaan.

Sekitar dua pertiga jumlah pegawai yang terkena PHK berasal dari divisi kereta api, yakni Bombardier Transportation.

Perusahaan mesin dan teknik penerbangan Rolls-Royce pun menyatakan rencananya untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada lebih dari 200 pegawai tingkat manajerial.

Pemangkasan jumlah pegawai ini merupakan bagian dari restrukturisasi yang tengah dilakukan.

Sektor Keuangan

Bank terbesar di Jerman, Deutsche Bank mengumumkan bakal melakukan pemangkasan 1.000 posisi pekerjaan di Jerman.

Sebelumnya di Juni 2016, Deutsche Bank telah mengumumkan pemangkasan 3.000 posisi pekerjaan.

Bank terbesar kedua di Jerman, Commerzbank, berencana memangkas 9.000 orang pegawai dalam waktu empat tahun ke depan, diumumkan pada kuartal III 2016 lalu.

Selain itu, Commerzbank juga untuk pertama kalinya tidak akan membagikan dividen kepada pemegang saham.

Goldman Sachs Group Inc berencana untuk memangkas 75 posisi pekerjaan di Asia, tidak termasuk di Jepang.

Jumlah ini mencapai seperempat dari total posisi kerja di Goldman Sachs di Asia. Apa penyebabnya? Seperti dikutip dari Bloomberg, narasumber terkait mengatakan hal ini dilakukan akibat turunnya jumlah kesepakatan yang dilakukan pihak bank dengan pemangku bisnis terkait di wilayah ini.

Sektor Otomotif

Produsen sepeda motor asal AS Harley-Davidson Inc dikabarkan bakal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para pegawainya tahun ini.

Akan tetapi, belum jelas berapa banyak pegawai yang akan dirumahkan oleh pembuat “motor gede” tersebut.

Efek skandal uji emisi Volkswagen (VW) di Amerika Serikat (AS) alias “dieselgate” juga terus merambat. Produsen otomotif terbesar di Eropa tengah ancang-acang untuk mengatatkan ikat pinggang perusahaan, dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 3.000 pekerja di Jerman.

Bagaimana nasib Indonesia dan tahun 2017 ini? Yang pasti Makin banyak pengemudi ojek online berseliweran di jalanan ibu kota.

Tim KompasKarier

Referensikan teman kamu