Suskes dan Kesehatan Mungkin Bersahabat

Kamis, 14 September 2017 | 00:00 WIB
Suskes dan Kesehatan Mungkin Bersahabat

Michelle Gass, mantan President Starbucks, tak menyangka kalau rutinitasnya bangun pagi bisa membawa diri dia pada langkah kesuksesan. Ia terbiasa bangun pukul 4.30 untuk lari pagi selama lebih dari 15 tahun.

Pada 2011, otak di balik kesuksesan kedai kopi Starbucks di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika sehingga dikenal dunia itu mengaku bahwa kebiasaannya berpengaruh pada pengembangan diri. “Dengan bangun pagi dan melakukan kebiasaan itu, pikiran saya jadi jernih,” ujarnya pada Forbes, Rabu (16/11/2011).

Tak hanya itu, Gass yang kini bekerja untuk department store besar, Kohl’s sebagai Chief Merchandising & Customer Officer, bilang bahwa bangun pagi membantunya meningkatkan kebahagiaan dan membawa keberhasilan dalam bisnisnya.

Manfaat bangun pagi dan hubungannya dengan kesuksesan seperti apa yang diungkapkan Gass bukanlah kebetulan. Penelitian dari seorang ahli biologi, Christopher Randler yang tercantum dalam Journal of Applied Social Psychology (Volume 39, Issue 12, Dec. 2009) menguatkan hal tersebut.

Pada jurnal yang melibatkan lebih dari 350 mahasiswa itu, Randler menemukan bahwa mahasiswa yang bangun lebih pagi cenderung memiliki perasaan yang lebih bertanggung jawab, mampu mengatasi masalah, memperbaiki situasi, serta mengatur dan menetapkan tujuan.

“Ini menjelaskan mengapa mahasiswa yang bangun lebih pagi cenderung mendapatkan peringkat di kampus, yang akhirnya mendapatkan karier yang bagus,” ujar Randler melansir dari artikelnya pada 2010 di Harvard Business Review.

Siapapun boleh berkaca kesuksesan pada pengalaman Gass, begitu juga dengan Anda. Caranya, mulailah gapai mimpi dengan menanamkan kebiasaan bangun pagi. Akan tetapi, bangun pagi akan sia-sia apabila tak ada kegiatan yang dilakukan.

Cobalah untuk bangun pagi kemudian melakukan olahraga. Olahraga akan membantu metabolisme tubuh agar tetap bugar. Tidak lupa untuk tetap makan pagi atau sarapan. Terkadang karena tergesa-gesa mengejar agar jalanan tidak macet, sarapan sering dikorbankan. Sarapan menjadi penting bagi tubuh untuk menjamin ketersediaan energi yang dibutuhkan saat berativitas.

 

Tim KompasKarier

Referensikan teman kamu