Pengaruh Pembimbing pada Kesuksesan Wanita

Jumat, 8 September 2017 | 00:00 WIB
Pengaruh Pembimbing pada Kesuksesan Wanita

Bagi perempuan, mentoring dan networking punya pengaruh besar terhadap kariernya. Rekan kerja atau atasan yang bersikap suportif, memberikan motivasi juga inspirasi dapat menjadi mentor yang menunjang karier perempuan. Mentor punya dampak besar terhadap diri perempuan, termasuk ketika mentor tersebut pindah atau berhenti kerja, hal ini juga akan berdampak bagi perempuan.

Begitu perempuan menemukan mentor di tempat kerjanya, ia akan menjadi penyemangat dalam bekerja. Tak heran, jika beberapa perempuan merasa kehilangan sosok yang mendorongnya untuk terus berkembang, mereka akan kesulitan untuk bertahan di pekerjaan tersebut. Apalagi jika mereka tak lagi menemukan sosok mentor dalam diri rekan kerja lainnya.

"Mentor yang baik akan memastikan Anda mendapatkan apa yang Anda butuhkan. Mentor yang baik mau berkembang bersama Anda," kata Senior Catalyst Director, Heather Foust-Cummings.

Survei terkini yang diadakan Marie Claire menunjukkan 66 persen perempuan mengakui pentingnya mentor dalam mengembangkan karier, meski 72 persen dari mereka mengaku belum pernah dibimbing oleh mentor. Lantas bagaimana jika Anda sudah menemukan mentor di tempat kerja, namun ia tak lagi satu kantor dengan Anda? Beberapa perempuan mengakui, mereka merasa kesulitan untuk bertahan di tempat kerjanya sekarang tanpa mentor yang memberikan dukungan dan inspirasi.

Jeannie Spiro, Business Coach & Marketing Mentor, mengakui hal ini. "Bekerja sebagai Account Executive, juga sebagai istri, dan ibu dua anak, dengan jam kerja 60-70 jam dalam seminggu, dengan level stres tinggi bukan pekerjaan mudah. Satu-satunya yang saya syukuri adalah memiliki atasan sekaligus mentor yang hebat," akunya.

Namun Spiro kehilangan motivasi untuk tetap bertahan di perusahaannya saat mentornya meninggal karena serangan jantung saat masih berada di kantor. "Saya shock dan sedih. Saya kemudian menyadari saya tak lagi memiliki alasan untuk tetap bekerja di perusahaan tersebut. Saya sangat menghormati mentor saya. Akhirnya saya memutuskan berhenti, karena lingkungan bekerja juga tak lagi nyaman buat saya. Hidup saya berubah. Saya menjalani pekerjaan baru yang membuat saya lebih banyak meluangkan waktu dengan keluarga dan melanjutkan pendidikan. Sekarang saya memiliki perusahaan sendiri," katanya.

Lisa Adams, pendiri Fresh Air Careers dan situs pengembangan karier Careerealism.com, juga mengakui pentingnya peran mentor. "Mentor saya menjabat sebagai senior vice president dan ia terkena PHK. Saya mengajukan pengunduran diri dua bulan kemudian dengan pemberitahuan sebulan sebelumnya. Mentor saya adalah sosok terakhir di perusahaan yang saya bisa percaya dan belajar banyak darinya," akunya.

Mentor pria
Dua contoh kasus ini adalah perempuan yang menemukan mentor pria di tempat kerjanya. Mengapa perempuan merasa lebih nyaman memiliki mentor pria? Survei terkini diadakan USA Today terhadap sejumlah CEO perempuan memberikan jawabannya. Para petinggi perempuan di perusahaan ini menjawab, mentor pria lebih nyaman baginya, 33 dari 34 responden mengakui hal ini. Angka ini muncul karena memang jumlah perempuan yang berada pada posisi di atas CEO masih sangat terbatas. Sehingga tak banyak perempuan yang berada di posisi puncak yang dapat dijadikan mentor oleh para CEO ini. Beruntung bagi perempuan yang mendapatkan mentor perempuan di tempat kerjanya, selain juga akan menyulitkan saat akan mengajukan cuti karena persamaan kepentingan.

Perempuan, bergantung pada mentor dalam memeroleh dukungan bukan hanya untuk menjalankan perusahaan, namun juga untuk lebih menikmati pekerjaan. Terutama di sejumlah bidang pekerjaan, yang membutuhkan rekan kerja suportif. Seperti perempuan muda yang sedang merintis karier sebagai pengacara. Di Amerika, firma hukum lebih banyak merekrut pengacara pria muda dibandingkan perempuan. Alhasil, industri firma hukum ini lebih banyak didominasi kaum pria lebih dari dua tahun terakhir ini.

Bagi perempuan di beberapa industri, mentor merupakan faktor penting untuk mempertahankan pekerjaan mereka. Amy Levin-Epstein dari CBS MoneyWatch menuliskan, "Mentor dalam karier, seperti psikoterapis yang mendampingi pribadi mengatasi masalah kesehatan emosional. Mereka menggunakan perspektif dan pengalamannya untuk membimbing Anda meraih apa yang ingin Anda capai. Mereka memfasilitasi Anda namun tetap mengarahkan Anda untuk berupaya meningkatkan kemampuan diri," tandasnya.

 

Tim KompasKarier

Referensikan teman kamu