Nasib Freelance alias Pekerja Lepas

Jumat, 11 Agustus 2017 | 00:00 WIB
Nasib Freelance alias Pekerja Lepas

Salah satu kelebihan menjadi seorang freelancer adalah mampu mengatur jadwal dan jenis pekerjaan sesuai keinginan. Namun sebaliknya, ada kelebihan pasti ada kekurangan. Sebuah Perusahaan Finance Planner mengungkapkan bahwa salah satu masalah utama yang dihadapi freelancer adalah masalah keuangan.

Sebelum memutuskan menjadi pekerja freelance, ada beberapa masalah keuangan lain yang mungkin saja dihadapi. Persiapkan diri untuk mengatasi masalah-masalah ini dengan bijak.

1. Mengatur keuangan
Tak cuma pekerja tetap saja yang sering bingung untuk mengatur rencana keuangannya. Sebagai seorang freelancer, Anda sering lupa untuk memisahkan rekening invoicing (tagihan-tagihan yang digunakan untuk biaya operasional pekerjaan) dengan rekening operasional rumah tangga.

Jika tidak dipisahkan, bisa-bisa uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga malah habis untuk keperluan pekerjaan. Begitupula sebaliknya.

2. Penghasilan tidak pasti
Menurut Ratih, 56 persen masalah keuangan freelancer disebabkan oleh jumlah dan waktu gajian yang tidak menentu. Sekalipun penghasilan Anda tak pasti, namun, pengeluaran Anda setiap bulan adalah hal yang pasti. Anda harus pintar-pintar menyiasati hal ini.

3. Tidak memiliki dana darurat
Karena jumlah gaji dan juga waktu gajian yang tidak tetap, para pekerja freelance juga cenderung mengabaikan adanya dana darurat. Padahal apapun pekerjaannya, sebaiknya miliki simpanan dana untuk menghadapi berbagai keadaan darurat. Misalnya, saat sakit atau memperbaiki laptop yang rusak.

4. Tidak punya asuransi kesehatan
Banyak orang yang masih mengabaikan pentingnya asuransi kesehatan. Salah satunya adalah para pekerja lepas. Jika Anda tercatat sebagai karyawan perusahaan, mungkin saja Anda akan mendapat tunjangan kesehatan dari kantor.

Akan tetapi sebagai seorang freelancer, Anda tentu tidak mendapatkannya. Padahal, asuransi kesehatan ini sangat dibutuhkan oleh semua pekerja, apapun pekerjaan maupun statusnya.

5. Mengesampingkan tabungan
Karena jumlah dan frekuensi yang tak menentu, banyak freelancer yang mengesampingkan pentingnya menabung dan juga investasi. Kebanyakan uangnya justru habis untuk menutupi biaya rumah tangga dan juga pekerjaan.  

6. Tidak mempersiapkan masa pensiun
Sama seperti pekerja kantoran, menjadi freelancer juga tidak berarti bekerja selamanya. Suatu saat Anda harus pensiun bekerja dan menikmati masa tua. Agar masa-masa pensiun lebih indah, sebaiknya susun perencanaan keuangan sejak masih bekerja.

7. Tidak membuat penyesuaian tarif
Gaji yang diperoleh dari bekerja freelance ini memang tidak sama dari tahun ke tahun. Besarnya gaji ini seharusnya disesuaikan dengan lamanya pekerjaan, jenis pekerjaan dan perusahaan tempat Anda bekerja freelance.

Namun menggunakan prinsip high risk high return, bekerja freelance bisa menjadi pekerja professional dengan pendapatan yang sangat tinggi. Hal ini bisa terjadi karena seorang freelancer biasanya menguasai banyak keterampilan ketimbang pekerja kantoran yang biasanya hanya lebih terampil dalam hal birokrasi organisasi. Freelancer juga mendapatkan pengalaman-pengalaman yang lebih kaya dari beragam industri yang menggunakan jasanya. 

Kenali diri anda agar memahami pilihan karier anda di masa depan. Tidak perlu terlalu membandingkan diri dengan orang lain, ingatlah selalu, kita adalah makhluk unik, sesuai dengan talenta masing-masing.

Tim KompasKarier

Referensikan teman kamu