Sukses dengan Personal Branding

Jumat, 4 Agustus 2017 | 00:00 WIB
Sukses dengan Personal Branding

Bayangkan, saat ini posisi manajer di divisi Anda sedang kosong. Beredar kabar, beberapa kandidat internal sudah diajukan untuk mengisi kekosongan ini. Apakah Anda berharap nama Anda berada dalam daftar HRD yang diajukan?bagaimana cara meraih kepercayaan mereka?

Dalam keadaan tersebut, dibutuhkan sebuah senjata bernama "Personal Branding" atau pencitraan diri. Personal branding didefinisikan sebagai seni membangun citra unik yang identik dengan diri Anda sebagai individu. Ini seharusnya menjadi nilai kompetitif yang membuat Anda tampil beda dan unggul. Simak beberapa kiat dibawah ini supaya karier makin cemerlang.

Tentukan spesialisasi

Mulailah dari pertanyaan: ingin dikenal sebagai siapakah Anda? Setelah itu, buat daftar keahlian dan lingkari bagian yang paling dikuasai.

Selanjutnya, kembangkan keahlian itu menjadi sesuatu yang spesifik dan unik. Karena mungkin, tak hanya Anda yang menggeluti bidang tersebut.

Contoh saja, jika Anda seorang konsultan marketing, nilai lebih apa yang bisa ditawarkan agar orang mau menggunakan jasa Anda? Ini adalah profesi yang umum, banyak konsultan marketing lain menuliskan titel ini di kartu namanya. Bahkan bisa jadi mereka lebih berpengalaman.

Namun, jika Anda bisa menawarkan keahlian yang lebih spesifik, kesempatan unjuk gigi pasti datang.

 

Mulai menulis

 

Setelah menemukan fokus keahlian, saatnya unjuk gigi untuk membangun reputasi profesional. Caranya, mulailah menulis!

Sebagai awal yang baik, Anda bisa membuat situs atau blog pribadi berisi tulisan seputar keahlian Anda, dari mulai studi kasus sampai pembahasan tren terkini. Saat mencari informasi, orang cenderung menggunakan sumber yang informatif dan terpercaya.

Jika Anda bisa meyakinkan pembaca lewat konten yang baik, lama kelamaan orang akan mulai mengenal nama Anda sebagai seorang ahli.

Bahkan, jika memungkinkan, Anda bisa menjadi kontributor ahli di media-media cetak atau online. Tak lupa, cantumkan keahlian spesifik setelah nama lengkap Anda.

Asah kemampuan dan perlebar jaringan

Jika berniat memenangkan bisnis, ada baiknya mulai melakukan beberapa studi kasus. Klien lebih menyukai cerita nyata daripada janji-janji dan spekulasi. Selain mudah dipahami, contoh kasus yang pernah ditangani secara langsung membuktikan kemampuan Anda.

Tak hanya itu. Jika datang kesempatan menjadi pembicara dalam acara yang sesuai bidang keahlian, maka ambilah. Ini merupakan waktu tepat menunjukkan kemampuan profesional sekaligus menjalin hubungan langsung dengan orang lain di bidang Anda.

Kunci untuk mengembangkan personal branding adalah jaringan. Karena itu, bangunlah hubungan baik dengan orang-orang di bidang sama dan mereka yang memiliki jaringan luas sehingga keahlian Anda semakin tersebar. Jika waktu memungkinkan, hadiri acara-acara profesional dan diskusi komunitas.

Poles akun media sosial

Berhati-hati saat mengolah media sosial pribadi. Tarik nafas sejenak sebelum "berkicau" di Twitter, mengunggah foto di Instagram, Facebook, Path, Linkedin atau sosial media lain.

Pastikan semua isinya sejalan dengan personal branding Anda. Tetaplah aktif dan lakukan posting setidaknya satu kali sehari. Hati-hati dengan meda sosial, saat ini sudah jamak untuk menilai rekam jejak seseorang dengan media sosial. Gunakan media sosial dengan bijak

 

Tim KompasKarier

 

 

 

Referensikan teman kamu