Bahasa Tubuh Pewawancara (2)

Kamis, 15 Juni 2017 | 00:00 WIB
Bahasa Tubuh Pewawancara (2)

Cari tahu tentang profil, portofolio dan kondisi perusahaan secara mendalam semampu anda. Harapannya, anda dapat menceritakan pengalaman prestasi anda yang perusahaan ini belum pernah mengaplikasikannya. Dengan demikian akan memancing rasa penasaran pewawancara terhadap prestasi anda serta memancing ketertarikan untuk memiliki anda sebagai pekerjanya.

Saat akhir sesi wawancara dan anda diberikan kesempatan untuk bertanya, jangan tanyakan hal umum seperti jadwal tes selanjutnya yang pasti dapat dilihat dalam surat/pengumuman dari perusahaan. Tanyakan hal yang menurut anda penting dan hanya dapat dijawab oleh pewawancara, artinya dengan beragam prestasi mengagumkan yang anda paparkan selama wawancara berlangsung, anda tetap rendah hati dan membuat pewawancara tidak berasa “di-guru-i”.

Perhatikan kalimat pewawancara saat memasuki akhir sesi, ada kalanya pewawancara memberikan sinyal kuat anda akan diterima bekerja apabila anda ditanya “kalau anda diterima, kapan kesediaan untuk mulai bergabung bersama kami” atau pewawancara mulai meninggung soal upah dan terjadi “sedikit” negosiasi (bukan sekedar bertanya ekspektasi upah). 

Durasi wawancara bukanlah hal utama yang menentukan seorang kandidat lulus atau tidak, bisa jadi durasi yang lama justru karena pewawancara kesulitan menggali informasi yang tidak kunjung tergali dari seorang kandidat, atau bisa jadi paparan saat wawancara tidak konsisten dengan isi CV yang dibuatnya. Atau memang penjelasan dari kandidat ini sangat menarik perhatian pewawancara sehingga mulai terjadi kecocokan antara pewawancara dan kandidat ini sehingga durasi wawancara pun menjadi panjang. Disisi lain, wawancara yang singkat bukan berarti kandidat tersebut gagal, bisa jadi penjelasan yang diberikan kandidat ini singkat padat dan jelas sehingga waktu wawancara dapat dikelola secara efektif. Atau memang waktu yang singkat ini berarti dari awal paparan pertanyaan dan penjelasan kandidat tidak sesuai ekspektasi pewawancara, yang pada akhirnya durasi wawancara jauh lebih cepat dari waktu yang disediakan.

 

@OkaFitrio

 

Referensikan teman kamu