Awal dari Menyusutnya Jumlah Penduduk

Jumat, 9 Juni 2017 | 00:00 WIB
Awal dari Menyusutnya Jumlah Penduduk

Salah satu alasan banyak pasangan pria dan wanita mengikat janji pernikahan adalah untuk meneruskan keturunan. Namun, bagaimana bila generasi muda zaman sekarang lebih memilih untuk tidak memiliki keturunan?

Sebuah studi pun dihelat untuk mengungkap fenomena keengganan memiliki keturunan di kalangan generasi muda. Hasilnya, studi bertajuk Cassandra Report: Ages and Stages tersebut menemukan bahwa sepertiga generasi milenial tidak ingin mempunyai anak.

Laporan penelitian tersebut mengungkap bahwa dari 75 juta orang generasi milenial, sekitar 25 juta di antaranya tidak memiliki keinginan untuk memiliki keturunan.

Sementara itu, 22 juta orang pria dan wanita generasi Y sudah memiliki keturunan.

Studi ini pun menemukan bahwa generasi milenium tak peduli dengan anggapan orang lain. Sebab, 69 persen dari mereka percaya bahwa saat ini tak ada lagi stigma sosial yang terkait dengan keputuasan untuk tidak memiliki anak. 

"Prioritas akan bergeser ketika orang menjadi lebih matang dan dewasa, tapi generasi milenium tetap terus melaju tanpa peduli dalam hal apa yang diharapkan dari mereka. Perilaku mereka terhadap prospek menjadi orangtua mengindikasikan keinginan mereka untuk membangun jalan sendiri menuju kebahagiaan," ungkap Joe Kessler, presiden Cassandra global. 

Studi ini juga menemukan beberapa hal yang menjadi alasan utama generasi milenium memilih untuk tidak memiliki keturunan.

Sebanyak 34 persen tidak ingin mengorbankan fleksibilitas waktu. Lalu, lebih kurang 32 persen menyatakan bahwa mereka tidak ingin memiliki tanggung jawab sebagai orangtua. 

Tida sedikit pula generasi milenium yang memandang bahwa mereka tidak perlu terikat dalam ikatan pernikahan untuk memiliki keturunan.

Pemikiran tersebut sama sekali berbeda dengan generasi Baby Boomer dan Generasi X. Tercatat, sebanyak 75 dari generasi milenium yang disurvei menyatakan sah-sah saja untuk memiliki anak sebelum menikah.

Studi ini jelas tidak menyinggung Indonesia. Seandainya Indonesia menjadi bagian dari sample responden, apakah hasil penelitian ini masih bercerita hal yang sama?

 

-Tim KompasKarier-

 

 

Referensikan teman kamu