Model CV Baru, Aktivitas Media Sosial

Jumat, 9 Juni 2017 | 00:00 WIB
Model CV Baru, Aktivitas Media Sosial

Sebuah kalimat dalam kamus peribahasa “mulutmu harimaumu” yang berarti segala perkataan yang diucapkan apabila tidak dipikirkan dahulu dapat merugikan diri sendiri, sudah seringkali kita dengar sejak bangku sekolah. Ketika memasuki era digitalisasi seperti saat ini, kita lebih sering melakukan percakapan dengan orang lain bukan lagi melalui pertemuan tatap muka, namun sudah lebih sering menggunakan social media (sosmed), sehingga interaksi nyata dan komunikasi verbal sudah tergantikan menjadi interaksi tulisan. Jika dalam komunikasi tatap muka dan ada suatu salah ucap dengan lawan bicara kita dan dia tersinggung, kita dapat langsung meminta maaf lalu masalah pun selesai. Sekarang melalui sosmed apabila terdapat tulisan yang salah, bukan hanya satu atau dua orang saja yang tersinggung, hal ini akan menjadi viral dan membuat si pemilik akun sosmed tersebut akan menghadapi permasalahan baru. Perlu kita ketahui bersama, di Indonesia jumlah pengguna sosmed sangat tinggi, bahkan menjadi salah satu negara terbanyak menggunakan sosmed di dunia. Gak percaya? Coba tanyakan teman disebelah anda, ada berapa sosmed yang dia gunakan?.

 

Sosmed yang dahulu hanya kita gunakan untuk sarana eksistensi diri dan “seru-seruan” dengan melakukan upload foto dan cerita dengan teman medsos, secara tidak sadar menjadi kumpulan cerita hidup kita dalam bentuk yang menarik dari sekedar menuliskannya curriculum vitae yang hanya dalam bentuk tulisan. Ditambah lagi dengan berbagai fitur komunikasi dengan para pengguna sosmed lainnya melalui kolom komentar, lalu kita memberikan balasan komentar tersebut dengan apa adanya, sehingga pergaulan dan postingan sosmed ini dapat memberikan gambaran diri secara utuh dan natural, ketimbang melihat hasil tes psikologi dan wawancara saat melakukan lamaran kerja. Sebagai seorang HRD di perusahaan, hal ini sangat menguntungkan, sebab dalam melakukan wawancara kerja untuk mengetahui lebih dalam tentang kandidat ini, pihak HRD juga dapat menggunakan sosmed sebagai salah satu tools yang efektif. Pertanyaannya adalah, bagaimana content sosmed anda saat ini?

 

Cara menilainya adalah, kita ubah peran anda saat ini bukan sebagai pengguna sosmed, tapi sebagai seorang HRD yang sedang stalking/”kepo” (penasaran) terhadap akun kandidat tertentu. Coba anda perhatikan content sosmed secara umum saat ini, bagaimana isinya? Saya yakin yang anda lihat kebanyakan adalah gaya hidup, mulai dari postingan tentang asmara, liburan, keluarga, fashion dan makanan “kekinian”. Inilah hal yang paling mudah digali lebih dalam oleh HRD untuk mengetahui behavioral dan kepribadian orang tersebut, informasi yang tersaji sangat lengkap bahkan lebih dari cukup untuk bisa menilai hal tersebut yang tidak tergali dari tes seleksi yang biasa dilakukan. Selain content sosmed diatas, apakah ada content lainnya?. Ada beberapa orang yang menggunakan sosmed bukan untuk hal tersebut semata, namun mereka menularkan “virus” kebaikan yang berharap dapat dibaca dan menjangkau banyak orang di sosmed, entah ini memang sifat asli pemilik akun tersebut, atau memang berhati-hati dan bijak dalam menggunakan sosmed, tipikal pengguna sosmed inilah yang perlu digali lebih dalam ketika menjalani tes seleksi melamar pekerjaan.

 

Dari dua tipikal pengguna sosmed secara umum diatas pada prinsipnya tidak ada yang salah, yang perlu diperhatikan adalah kehati-hatian dalam memposting dan berkomentar di medsos tersebut, salah menulis bisa jadi boomerang balik terhadap diri anda. Perlu kita pahami bahwa sosmed berisi hoax, fitnah, gibah, namimah, desas desus, kabar bohong, ujaran kebencian, aib, dan kejelekan seseorang, informasi pribadi yang diumbar ke publik, dan hal-hal lain sejenis sebagai sarana memperoleh simpati, lahan pekerjaan, sarana provokasi, agitasi, dan sarana mencari keuntungan politik serta ekonomi merupakan hal yang tidak dibenarkan dari kacamata manapun. Menggunakan sosmed secara bijak merupakan cerminan nilai diri anda, sudahkan anda menggunakan sosmed secara bijak?

 

 

@OkaFitrio

Referensikan teman kamu