Tips Memilih Sertifikasi Keahlian

Jumat, 19 Mei 2017 | 00:00 WIB
Tips Memilih Sertifikasi Keahlian

Hidup selalu dipenuhi dengan berbagai pilihan. Ada yang harus dipilih dan diputuskan dengan cepat, ada pula situasi memilih kepentingan kehidupan jangka panjang, misalnya memilih jenjang pendidikan. Dalam memilih sekolah, orang tua kita sudah berfikir jauh kedepan, mulai dari konektivitas antar jenjang pendidikan saat ini dan diatasnya. Penjurusan yang terbaik untuk ke perguruan tinggi, sampai dengan mengarahkan konsentrasi program studi ketika perguruan tinggi. Kebiasaan “diarahkan” ini terkadang membuat kita terbuai, dan membuat lupa bahwa kita juga perlu membuat pilihan untuk masa depan yang akan dijalani. Disamping itu, kebiasaan dipilihkan (bukan memilih) bisa membuat kita menjalani secara apa adanya bukan ada apanya (keinginan diri). Berbicara mengenai pilihan setelah kuliah, anda akan dihadapkan pada beragam pilihan bidang usaha/industry tempat bekerja, apakah mengandalkan orang tua juga untuk memilih hal ini?

 

Ketika anda memilih untuk membangun karier pada Perusahaan A, tentunya harus siap berkompetisi dengan rekan kerja lainnya dan menunjukan bahwa anda adalah pekerja berprestasi. Bersaing di dunia kerja akan lebih ketat dibandingkan persaingan meraih nilai saat sekolah/kuliah, sehingga perlu memilih strategi professional untuk bisa menggapainya. Salah satu caranya dengan peningkatan keahlian melalui pelatihan sertifikasi keahlian. Ketika saya berperan sebagai Fungsi SDM yang menangani pengembangan karir (talent development), banyak ditemukan bahwa sebagian besar pekerja mengikuti pelatihan bukan berdasarkan materi yang diajarkan, tapi berdasarkan tempat dilaksanakannya pelatihan Tujuan “jalan-jalan” adalah motif utamanya. Apakah menurut anda hal in tepat? Lalu bagaimana cara memilih pelatihan yang sesuai untuk pengembangan karir anda?

 

Membuat pilihan adalah seni, pilihan yang bijak tentu mempertimbangkan dampak jangka panjang yang terbaik dan bukan sekedar melihat pencapaian/kesenangan saat ini. Sayangnya keterampilan memprediksi jangka panjang perlu proses belajar. Begitu pula untuk memilih program pelatihan yang terbaik untuk mendukung karir anda, hal yang dipertimbangkan yakni:

Hasil penilaian kinerja tahun sebelumnya, yang didalamnya terdapat gap yang perlu ditingkatkan melalui pelatihan;

Merencanakan pelatihan sertifikasi keahlian, dalam pelatihan ini akan terdapat hasil lulus dan tidak lulus, dimana ketika lulus anda akan mendapat sertifikat keahlian (bukan sertifikat kehadiran), tidak jarang pula akan diberikan gelar keahlian dibelakang nama anda;

Utamakan Sertifikasi sesuai dengan jalur pekerjaan/peminatan anda, sebab dengan mendalami satu bidang tertentu akan menjadikan anda seorang ahli/ spesialisasi keilmuan tersebut yang merupakan unique value dibandingkan pekerja lainnya;

Kejar nilai tertinggi, biasanya dalam sertifikasi keahlian akan mencantumkan pencapaian nilai anda dalam sertifikat tersebut, sehingga akan menjadi nilai tambah bagi pengakuan keahlian anda;

Meminta penugasan keahlian tersebut, setelah anda lulus sertifikasi dan diberikan pekerjaan/tugas terkait, tentu anda akan dapat mengukur kemampuan diri melalui pengalaman menyelesaikan hal tersebut (experience is the best teacher). Apabila keahlian tersebut jarang digunakan/diasah, maka membuat keahlian tersebut menjadi “tumpul”.

 

Dengan memilih program pelatihan yang tepat, menjalani dan lulus pelatihan dengan nilai yang terbaik, serta ilmu/keahlian tersebut diaplikasikan dan memberikan nilai tambah dalam pekerjaan dikantor sehari-hari. Jika terpenuhi, berarti ada sudah berhasil menentukan pilihan yang tepat untuk mendukung akselerasi perkembangan karir pekerjaan anda. Sudahkan anda melakukan pilihan yang tepat?

 

@OkaFitrio

Referensikan teman kamu