Pahami Sebelum Putuskan Bekerja

Jumat, 21 April 2017 | 00:00 WIB
Pahami Sebelum Putuskan Bekerja

Mendapatkan panggilan kerja untuk pertama kali merupakan pengalaman yang menyenangkan bagi para fresh graduates, dan biasanya ketika diberikan perjanjian kerja akan langsung OK dan tanda tangan tanpa kurang seksama memahami isinya. Beda halnya dengan mendapatkan panggilan kerja bagi seseorang yang sudah berpengalaman. Mereka menyikapi panggilan kerja sampai dengan penandatanganan perjanjian kerja memiliki banyak pertimbangan. Bagaimana dengan anda? Apakah yang dibaca sebatas besaran upah bulanan yang diberikan perusahaan?

 

Menandatangani perjanjian kerja berarti anda sudah menyetujui hak dan kewajiban selama jangka waktu perjanjian tersebut. Apabila tidak hati-hati maka bisa menimbulkan kewajiban dimasa datang/ contingent libilities. Jika dilihat dari hubungan kerjanya, perjanjian kerja biasanya terdiri dari : perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT), jenis perjanjian kerja ini dibuat untuk pekerja permanen dan boleh menysaratkan adanya masa percobaan (probation period) Setelah melalui masa tersebut (jika ada), Hak dan kewajiban diatur dalam Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama.

 

Selanjutnya perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) Perjanjian ini dibuat untuk pekerja yang sifatnya musiman atau berdasarkan penyelesaiaan proyek pekerjaan yang diselesaikan dalam waktu tertentu, hak dan kewajiban diatur dalam perjanjian tersebut. Selain itu ada juga dan perjanjian kerja waktu tertentu dengan kontraktor penyedia jasa penunjang. Perjanjian ini merupakan perikatan antara pekerja dengan kontraktor penyedia jasa penunjang, yang ditempatkan diperusahaan yang memiliki perikatan dengan kontraktor tersebut, segala hal dan kewajiban pekerja diatur dalam perjanjian kerjanya.

 

Coba anda buka kembali perjanjian kerja yang tengah berjalan saat ini, khususnya bagi para fresh gradutaes yang baru pertama kali bekerja. Dalam UU Ketenagakerjaan No 13 tahun 2003, terdapat sekurang-kurangnya sembilan hal ini dalam perjanjian kerja, yakni :

 

Nama, alamat perusahaan dan jenis usaha

Nama, jenis kelamin, umur dan alamat pekerja/buruh

Jabatan atau jenis pekerjaan

Tempat pekerjaan

Besaran upah dan cara pembayarannya

Syarat kerja yang memuat hak dan kewajiban perusahaan dan pekerja

Mulai dan jangka waktu berlakunya perjanjian kerja

Tempat dan tanggal perjanjian kerja dibuat

Tanda tangan para pihak dalam perjanjian kerja

 

Ketika hal tersebut sudah tercantum, Perusahaan maupun anda sebagai pekerja boleh menambahkan hal lain sesuai dengan kesepakatan bersama, selanjutnya perjanjian kerja ini akan dibuat dua rangkap dan mempunyai kekuatan hukum yang sama.

 

Perlu diingat kembali bahwa membaca perjanjian kerja bukan hanya kolom besaran upah setelah itu selesai dan tanda tangan. Bagaimana kalau ternyata ada persyaratan kerja tertentu yang terlewat dipahami dan anda melanggarnya? Apakah anda sempat berfikir lokasi kerja adalah di kantor tempat anda mendapatkan perjanjian ini? Bisa jadi jangka waktu perjanjian antara yang anda dengar dan baca berbeda.

 

Jika anda merasa belum yakin untuk menandatanganinya saat itu, mintalah kelonggaran waktu untuk anda membaca dan memahami isi perjanjian tersebut. Seandainya ada yang kurang jelas atau belum diatur, silahkan tanyakan kembali kepada pihak perusahaan. Apabila sudah anda tandatangani, artinya anda sudah siap menjalankan perjanjian kerja baik suka maupun duka dengan penuh rasa tanggung jawab. Anda yang putuskan, anda yang jalankan.

 

 

@OkaFitrio

Referensikan teman kamu