Kerja dan Karya

Selasa, 18 April 2017 | 00:00 WIB
Kerja dan Karya

apa pertanyaan yang paling sering Anda terima dari orang yang baru Anda kenal? Saya yakin pertanyaan seputar pekerjaan paling dominan. "Sekarang kerja dimana?" atau "Apa kerjanya?" dan seterusnya. Jawaban dari pertanyaan tersebut juga sering kali normatif ketimbang informatif. Jawaban merefleksikan strata dinamis dalam bermasyarakat. Maksudnya beberapa profesi tertentu terkesan punya nilai lebih dibandingkan profesi lain- tergantung dinamika yang tengah terjadi di masyarakat. Tidak mengherankan istilah "entrepreneur" atau "pengusaha" untuk sebagian besar orang terdengar lebih oke daripada "wiraswasta." Saya dapati profesi entrepreneur, lebih tepatnya mungkin techno-entrepreneur, menggantikan posisi bankir tahun 90-an pada peringkat teratas daftar profesi paling keren. Kalau tidak salah, profesi lain yang juga pernah merajai adalah birokrat untuk tahun 80-an dan perwira militer pada tahun 70-an. Tidak mengherankan begitu banyak majalah bisnis yang secara berkala mengeluarkan daftar peringkat profesi paling menjanjikan atau daftar profesi bergaji paling besar, dan lain-lain. Ini adalah kelaziman yang diterima sejak lama: Pekerjaan, bukan karier, mendefisinikan diri kita sepenuhnya. Pekerjaan, bukan hidup, menjelma jadi itik sentral kehidupan kita. Bagaimana dengan Anda? You need jobs, but you are not your job. Saat mulai bekerja dulu, terlalu banyak yang tidak saya ketahui. Bukan sekadar soal dunia pekerjaan, bisnis, dan perekonomian, tetapi mengenai diri sendiri. Saya tidak tahu apa yang perlu saya kerjakan dalam hidup. Saya tidak tahu pekerjaan apa yang perlu saya kerjakan dalam hidup. Saya tidak tahu pekerjaan apa yang paling pas untuk saya. Saya juga tidak tahu bagaimana harus memenuhi kebutuhan hidup. Satu hal yang paling saya pahami secara intuitif: Saya berbeda dari siapa pun yang saya kenal. Semakin jujur terhadap apa yang saya rasakan, semakin terbuka jalan yang saya cari. Semakin saya berani mencoba, semakin luas kesempatan yang terbuka. It's never about any dream job - it's about creating your own job. Saya sempat jadi bankir karena menurut rekomendasi orang-orang terdekat, profesi ini yang paling menjanjikan. Saya tdiak pernah menyesali proses ini karena melalui pekerjaan ini saya bersentuhan dengan hal-hal yang sekarang saya pahami adalah passion saya. Melalui profesi ini juga saya bertemu orangt-orang hebat yang memberi perspektif hidup seutuhnya. We have to change to shape our work to suit the way we live. Hidup bukan sekadar mengisi kotak-kotak profesi yang ditetapkan oleh selain diri sendiri. Hidup juga bukan sekadar penuntasan kerja baik hingga pensiun nanti. Hidup adalah kesempatan melakukan segala sesuatu bermakna bagi diri sendiri dan kehidupan. Miliki dulu pandangan ini sebelum bisa melakoninya. Pahami dulu kedalaman perasaan diri sebelum menentukan pilihan dalam bekerja, berkarya, dan berkreasi. Hard-work will bring success but passion and purpose are the key for life's hapiness and fulfilment. Setiap orang punya definisi sukses sendiri. Penetapan sukses berdasarkan definisi orang lain adalah pilihan terburuk dalam menjalani hidup. Kerja keras pasti akan membawa hasil baik, tetapi hidup seperti apa yang dijalani tergantung sepenuhnya terhadap apa yang dirasakan. Belajar merasakan sama pentingnya dengan belajar bertindak. Apa yang dirasakan dalam setiap tindakan adalah kunci memahami esensi diri. You are living a life that trully matters to you when you live by your passion for your purpose of life. After all, we are all human beings, not human doings. Abusus non tollit usum.

Referensikan teman kamu