Katakan dengan CINTA

Selasa, 21 Maret 2017 | 00:00 WIB
Katakan dengan CINTA

Dalam dunia kerja dan kepemimpinan, komunikasi adalah hal yang penting. Belajar dari beberapa orang CEO dan Pemimpin hebat yang pernah memimpin saya, ternyata inti dari komunikasi itu adalah CINTA. Hal ini bisa kita terapkan, apapun pekerjaan dan jabatan kita…

C   :  Curahkan perhatian terlebih dahulu

Jangan berprasangka, dengarkan terlebih dahulu

Terkadang ketika kita berdiskusi, kita terburu “nafsu” untuk langsung loncat kepada kesimpulan. Lalu langsung memotong pembicaraan dan mengatakan apa yang ada di kepala kita. Perlu kita sadari bahwa lawan bicara kita pun terkadang membutuhkan kesempatan untuk menuangkan pemikirannya, atau mungkin dia mengalami kesulitan untuk mengungkapkan apa yang ada didalam pemikirannya. Diskusi akan lebih lengkap bila datanya lengkap juga bukan?

I     :  Imbangi dengan pujian

Jangan langsung mengkritik, pujilah usahanya

Beberapa pemimpin yang efektif yang saya lihat, jarang atau bahkan tidak pernah mengawali suatu proses feedback dan coaching dengan suatu kritikan. Mereka selalu memulai dengan pujian terlebih dahulu. Efeknya adalah, karena diawali dengan sesuatu hal yang positif, membesarkan hati, maka sang lawan bicara juga lebih terbuka untuk menerika masukan dan lebih bersemangat untuk melanjutkan apa yang menjadi pekerjaannya, walaupun tetap ada kritikan yang disampaikan.

 

N   :  Nasehat? Bukan..Tetapi berbagi

Jangan menggurui, tetapi sama – sama belajar

Nah yang ini agak jarang saya lihat… ketika kita harus mengarahkan, biasanya yang keluar pertama adalah, “Sebaiknya kamu…”, saya pernah mendapatkan pengalaman yang membekas sekali ketika diarahkan oleh pemimpin yang satu ini. Beliau mengarahkan saya dengan berbagi pengalaman kepada saya. Beliau mengawali dengan “Hmm… apa yang kamu alami mirip dengan saya. Saya pernah … dan waktu itu saya… Kalau misalnya sekarang kamu coba seperti itu bagaimana?” Disini saya (sebagai pihak yang diperintah) merasa dibesarkan hatinya oleh pemimpin yang tidak ragu untuk mengangkat saya menjadi “sederajat” oleh beliau. Dan memang betul, ketika hasil akhirnya keluar, beliau bahkan mengungkapkan “Wah saya ngga nyangka ternyata bisa juga…” Disitu kami sama-sama belajar, atau saya sih yang belajar hehehe…

T    :  Tantang dengan harapan

Jangan putus asa, besarkan hatinya

Ketika menghadapi kesalahan atau kegagalan, tidak sedikit orang yang merasa kecewa dan ada juga yang sempat hilang semangat. Saat itulah sebetulnya kita bisa memberikan dia tantangan harapan yang lebih kongkrit, agar dia bersemangat kembali. Yang perlu diingat adalah, memberikan harapan tidak sama dengan memberikan mimpi.

A   :  Akhiri dengan senyuman

Bukan beban yang tersisa, tetapi lega

A good start, need a good ending. Komunikasi adalah proses memberi dan menerima. Kalau tidak seimbang, yang tersisa adalah beban. Tidak hanya permintaan yang kita berikan, tapi juga perlu diimbangi dengan dukungan. Kalau seperti itu bisa jadi selesai dari meeting, bukan beban pikiran yang tersisa tapi perasan lega karena sudah ada bantuan.

 

Percaya atau tidak, ternyata hal yang sama diterapkan juga oleh beberapa pasangan yang saya kenal, dan mereka awet sekali dengan pasangan nya. Karena semua orang tahu, bahwa komunikasi yang baik adalah komunikasi 2 arah. Namun tidak semua orang bisa membawakannya dengan CINTA… So how’s yours?

 

@heru_lho

Referensikan teman kamu