Tidur adalah Kegiatan yang Meningkatkan Produktivitas (?)

Selasa, 21 Maret 2017 | 00:00 WIB
Tidur adalah Kegiatan yang Meningkatkan Produktivitas (?)

Kurang tidur merupakan hal yang seringkali dialami oleh karyawan. Lembur di kantor, terjebak dalam kemacetan Ibukota, serta harus menyelesaikan pekerjaan kantor di rumah merupakan beberapa dari banyak penyebab karyawan mengalami kurang tidur. Menurut National Sleep Foundation, durasi tidur yang cukup bagi orang dewasa adalah 7-9 jam sehari. Sedangkan, banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan dalam tenggat waktu yang singkat seringkali memaksa para karyawan untuk begadang.  

Mengutip data survei dari Centers for Disease Control and Prevention, sebanyak 30% karyawan di Amerika mengalami kurang tidur. Tidak hanya itu, data survei dari peoplehr.com menyatakan bahwa sebanyak 37% karyawan di Inggris mengalami kurang tidur. Sementara di Indonesia sendiri¬¬, mengutip sebuah data survei yang dilakukan pada bulan September 2014 pada masyarakat di Jakarta, terdapat sebanyak 62% karyawan yang mengalami kesulitan tidur karena memikirkan pekerjaannya.

Berdasarkan hasil survei di atas, dapat disimpulkan bahwa kurang tidur merupakan masalah yang belum terpecahkan dan dialami oleh karyawan di berbagai negara. Padahal, kurang tidur dapat mempengaruhi kinerja dan kesehatan para karyawan. Tidak hanya menyebabkan karyawan mengantuk saat bekerja, terdapat dampak-dampak lain yang dapat ditimbulkan. Orang yang kurang tidur dapat mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi, serta lebih lemah terhadap penyakit, terutama penyakit mental (Wulff, Gatti, Wettstein, dalam Kalat, 2013). 

Dampak-dampak yang ditimbulkan akibat kurang tidur tentunya dapat menyebabkan produktivitas kerja para karyawan menurun. Oleh karena itu, ada baiknya bagi para karyawan untuk melakukan istirahat singkat di sela-sela jadwal kerja yang padat. Salah satu cara beristirahat singkat yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah power nap. 

Longman Dictionary mendefinisikan power nap sebagai tidur siang singkat yang dapat membantu individu agar memiliki lebih banyak energi serta mengerjakan pekerjaan dan membuat keputusan dengan lebih baik. Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa manfaat dari power nap. Menurut National Sleep Foundation, tidur singkat selama kurang lebih 10-20 menit dapat mengembalikan dan meningkatkan konsentrasi selama beberapa jam serta meningkatkan kinerja karyawan. 

Selain itu, power nap dapat menjadi kompensasi durasi tidur yang kurang di malam hari. Ketika para karyawan mulai mengalami kesulitan berkonsentrasi saat bekerja karena kurang tidur, mereka dapat melakukan power nap agar menjadi lebih segar ketika bangun sehingga dapat kembali berkonsentrasi.   

Melihat manfaat yang dihasilkan hanya dengan tidur selama kurang lebih 10-20 menit, power nap dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah kurang tidur pada karyawan. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan besar mungkin dapat mengikuti jejak perusahaan Google dengan menyediakan fasilitas yang dapat digunakan oleh para karyawan untuk melakukan power nap. Dengan adanya fasilitas semacam ini, para karyawan dapat tetap produktif terlepas dari tuntutan pekerjaan yang mengharuskan mereka untuk begadang.

Referensikan teman kamu