Seni Menjadi HRD (1)

Senin, 20 Maret 2017 | 00:00 WIB
Seni Menjadi HRD (1)

HRD, (Human Resources Development), atau Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Bahasa Indonesia, adalah bagian dari perusahaan yang bertujuan untuk membantu karyawan mengembangkan keterampilan pribadi dan organisasi, pengetahuan, serta kemampuan (Heathfield, 2016).

HRD merupakan bidang yang mengatur penekanan pada gaji karyawan, memberikan pelatihan atau training, dan juga bertugas untuk membuat karyawan merasa puas atau bahagia bekerja pada suatu organisasi. Pada saat ini, bidang HRD mencakup beberapa aspek yang memberdayakan sumber daya manusia dalam organisasi, yang bertujuan untuk memungkinkan karyawan mampu memenuhi aspirasi diri sendiri dan mengaktualisasikan potensi mereka.

Pada umumnya, seorang HRD membutuhkan gelar sarjana di bidang sumber daya manusia untuk mampu melamar pekerjaan. Selain di bidang sumber daya manusia, gelar di bidang lainnya seperti keuangan, manajemen bisnis, teknologi informasi, atau psikologi industri juga berkesinambungan dengan kinerja HRD di dalam organisasi. Beberapa pekerjaan dengan tingkat tinggi membutuhkan gelar master dalam sumber daya manusia dan administrasi bisnis (MBA).

Pengalaman dalam bidang sumber daya manusia yang cukup juga dibutuhkan untuk menunjukan kemampuan mengorganisir, mengarahkan, dan memimpin orang lain. Selain itu, pengalaman juga membuat calon potensial menjadi lebih matang dalam menghadapi berbagai situasi yang berhubungan dengan pengembangan sumber daya manusia, kompensasi, keselamatan karyawan, perekrutan karyawan dan hubungan karyawan.

HRD dengan pelatihan atau pendidikan formal sumber daya manusia juga menjadi nilai bonus untuk calon pelamar kerja. Sertifikat yang diberikan menunjukan keahlian profesional dan kredibilitas. Sertifikat juga meningkatkan kemungkinan calon HRD dipilih untuk bekerja dibandingkan orang lain. Contoh pelatihan yang dapat diikuti oleh seorang HRD adalah pelatihan Career and Talent Management yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat, karir, serta kemampuan untuk memberdayakan setiap karyawan. 

Sebelum menjadi HRD di sebuah organisasi, dibutuhkan wawancara untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi, seperti latar belakang calon, keterampilan, serta bagaimana calon potensial berinteraksi dan membuat koneksi dengan karyawan dan manajemen. Tanggapan calon HRD juga menunjukan bagaimana dirinya menghadapi tantangan dalam bidang sumber daya manusia dan manajemen.

Dibutuhkan beberapa kemampuan agar seorang HRD mampu menguasai pekerjaannya. HRD harus memiliki kemampuan interpersonal yang kuat agar dirinya mampu berinteraksi dengan orang-orang. Dalam melaksanakan tugasnya, HRD akan sering bekerjasama dengan tim dan membentuk koneksi yang positif dengan rekan kerjanya. Hal tersebut berkesinambungan dengan kemampuan berbicara, yang digunakan untuk dapat mempresentasikan dan memberikan informasi yang jelas kepada karyawan.

 

Kemampuan untuk merasakan simpati terhadap orang lain juga diperlukan sedemikian rupa untuk dapat merasakan apa yang dirasakan oleh karyawan atau rekan kerja. Dengan adanya rasa simpati, HRD mampu menentukan senang atau tidaknya, puas atau tidaknya karyawan dalam pekerjaannya. Dari hal tersebut, seorang HRD mampu menyesuaikan kepuasan karyawan dengan tujuan organisasi secara bersamaan.

Referensikan teman kamu