Memahami Pelatihan

Jumat, 17 Maret 2017 | 00:00 WIB
Memahami Pelatihan

 

Kompetensi karyawan sangat dipengaruhi oleh visi, misi, nilai – nilai strategi perusahan. Kebutuhan akan pelatihan tersebut dapat diidentifikasi dari seberapa jauh hal – hal tersebut dapat dicerminkan dari perilaku kerja karyawan serta mendukung pencapaian strategi perusahaan. Pada dasarnya, pelatihan adalah sarana untuk menyelaraskan antara kompetensi yang dimiliki pekerja dengan tuntutan perkembangan usaha.

Kompetensi inti adalah sekumpulan kompetensi yang memungkinkan sebuah perusahaan mempunyai keunggulan bersaing untuk menghasilkan nilai yang jauh lebih tinggi bagi pelanggan.<!--[if supportFields]> CITATION Apr13 \l 1057

Menurunnya tingkat produksi, turunnya penjualan, serta meningkatnya biaya dan kendala dalam proses merupakan permasalahan yang sering terjadi dalam menjalankan bisnis. Permasalahan – permasalahan ini muncul dikarenakan oleh kurangnya pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja karyawan. <!--[if supportFields]> CITATION Apr13 \l 1057

Implementasi sistem

Penerapan sistem yang baru dalam suatu perusahaan akan membutuhkan dukungan pelatihan.  Beberapa bagian dalam perusahaan akan perlu memahami sistem, proses bisnis, aplikasi TI sampai program kerja mereka hingga mereka dapat melaksanakan dan memanfaatknnya sesuai peran mereka dalam perusahaan. Dalam hal ini, pelatihan dapat berfungsi sebagai sarana sosialisasi sistem tersebut.

Job description

Tugas – tugas jabatan dalam job description dan persyaratan jabatan yang mencantumkan pelatihan adalah sumber potensial kebutuhan pelatihan berikutnya. Untuk dapat mengerjakan tugas – tugas dengan optimal maka perlu diidentifikasi kompetensi yang perlu dimiliki. Kemudian setelah itu, perusahaan dapat mengidentifikasi pelatihan – pelatian yang diperlukan supaya karyawan memiliki kompetensi tersebut.

 

Penilaian kinerja

Setelah berjalannya waktu, karyawan akan dinilai kinerjanya oleh perusahaan. Apakah kinerja karyawan membuat perusahaan mencapai target yang diinginkan atau tidak. Penilaian ini dapat menunjukkan adanya kesenjangan kompetensi dari yang diharapkan perusahaan dengan yang dimiliki karyawan. Bila tidak tercapainya target berasal dari kompetensi karyawan, perusahaan dapat memberikan pelatihan pada para karyawan.


Catatan karyawan

Saat pertama melihat catatan karyawan yang berisi rekaman karier, pendidikan, pelatihan dan catatan lainya maka perekrut dapat melihat kompetensi serta kekurangan yang dimiliki karyawan. Bila kompetensi karyawan mencukupi kualifikasi untuk masuk ke dalam perusahaan, maka perusahaan dapat mengatasi kekurangan yang dimiliki karyawan dengan melakukan pelatihan.


Hasil asesmen

Syarat dalam suatu jabatan adalah menguasai tingkat kemahiran kompetensi dalam bidangnya yang sesuai dengan jabatan tersebut. Untuk mengetahui tingkat kemahiran karyawan maka dilakukan asesmen kompetensi. Asesmen ini dapat dilakukan untuk penilaian kinerja, pemetaan personel, atau seleksi karyawan yang akan dipromosikan.  Dalam asesmen, terdapat uji kompetensi yang menguj pemahaman karyawan terhadap suatu pengetahuan tertentu yang mewakili kompetensi dalam suatu bidang. Apabila hasil asesmen menunjukkan bahwa tingkat kemahiran kompetensi lebih rendah dari yang diharapkan, maka akan terjadi kesenjangan kompetensi. Kesenjangan inilah yang mampu diatasi dengan pelatihan.

 

Setelah mengidentifikasi sumber – sumber kebutuhan pelatihan seperti diatas, kemudian perusahaan perlu mengidentifikasi jenis pelatihan seperti apa yang akan diberikan. Untuk kemajuan perusahaan yang signifikan pada tiap bidangnya, sebaiknya perusahaan benar – benar melakukan pengecekan secara berkala mengenai kebutuhan pelatihan tiap karyawannya. Namun bila karyawan sudah dianggap tidak mampu, maka tidak menutup kemungkinan perusahaan untuk memputus hubungan kerja-kan karyawan tersebut. Maka dari itu, berusahalah sebaik mungkin untuk selalu memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan, dan tidak menutup diri untuk belajar banyak hal baru.

Referensikan teman kamu