Menejemen 101

Kamis, 16 Maret 2017 | 00:00 WIB
Menejemen 101

Manajemen 101

Dalam kehidupan sehari-hari, manajemen merupakan cara mengatur untuk meraih tujuan. Tanpa manajemen, Anda tidak dapat meraih target dan pencapaian dengan efektif dan efisien. Manajemen waktu atau time management adalah salah satu contohnya. Tanpa mengatur waktu secara efisien, Anda tidak dapat menyelesaikan pekerjaan yang dimiliki dengan kualitas pekerjaan yang tinggi. Dalam dunia yang semakin kompetitif ini, banyak perusahaan mementingkan manajemen yang baik untuk tetap mampu bersaing.

Sebelumnya, apa itu manajemen? Arti dari manajemen adalah sebuah koordinasi yang bertujuan untuk mencapai suatu tujuan yang sudah direncanakan sebelumnya. Orang yang bertugas mengkoordinasi orang-orang agar mencapai tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya disebut manajer. Dalam mengatur seseorang, seorang manajer harus. Memperhatikan segala aspek yang ada di dalam suatu situasi, sehingga dapat menentukan bagaimana cara untuk memimpin bawahan-bawahannya berdasarkan situasi tersebut. Misalnya, seorang manajer dihadapkan situasi dimana para bawahannya tidak terlalu menyukai kepemimpinan yang dimiliki oleh manajer sebelumnya. Maka, manajer baru ini harus menyesuaikan tipe kepemimpinan yang dia miliki agar sesuai dengan tipe-tipe manajemen yang cocok dengan bawahannya.

Ada beberapa gaya manajemen, contohnya adalah gaya otokratis, gaya demokratis, dan gaya Laissez-faire.

Otokratis

Manajemen dengan gaya otokratis mengharapkan bawahannya untuk selalu siap mengikuti apa yang diperintahkan oleh manajer. Contoh organisasi atau lembaga yang menggunakan tipe manajemen otokratis adalah angkatan bersenjata seperti TNI. TNI mengharapkan agar bawahan-bawahan mematuhi perintah atasannya tanpa dibantah. Seorang sersan akan memerintahkan seorang kopral agar maju lebih dulu melindungi rekan-rekannya dalam bertempur, lalu kopral tersebut harus menerima perintah tersebut dan melaksanakannya tanpa mempertanyakan perintah tersebut.

Demokratis

Tipe yang kedua adalah gaya manajemen demokratis. Manajemen dengan gaya ini melibatkan diskusi antara seseorang dengan orang lainnya untuk mencapai suatu keputusan. Misalnya saja seorang atasan masih belum menentukan bagaimana cara menerapkan aturan secara efektif. Atasan ini nantinya akan mendiskusikan permasalahan yang dia miliki dengan rekan kerjanya yang memiliki posisi jabatan yang sama atau dibawah posisi jabatan yang dia miliki.

Laissez-Faire

Gaya yang ketiga adalah gaya Laissez-faire. Gaya ini terbilang sangat luwes dibandingkan dua tipe yang sudah disebutkan sebelumnya. Gaya Laissez-faire melibatkan minimnya arahan dari atasan kepada bawahannya dan lebih mengutarakan kebebasan bawahan untuk mengeksplorasi ide yang lebih banyak. Gaya manajemen jenis ini diterapkan contohnya dalam membuat desain web, dimana kreatifitas bawahan lebih diutamakan.

 

Jadi, jika anda adalah seorang manajer, tipe apakah yang lebih anda sukai? Otokratis, demokratis, atau Laissez-Faire?

Referensikan teman kamu