Bosan bekerja? Wajar

Senin, 6 Maret 2017 | 00:00 WIB
Bosan bekerja? Wajar

Penting bagi karyawan untuk selalu memiliki motivasi serta kepuasan terhadap pekerjaan yang dimiliki. Menurut Ernest L. McCormick (dalam Kusumaningtyas dan Priyana, 2012), motivasi kerja adalah kondisi yang berpengaruh dalam membangkitkan, mengarahkan dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerja.

Motivasi kerja yang baik akan membuat gairah bekerja seorang karyawan bertambah, sehingga meningkatkan produktivitasnya.

Untuk mengetahui kiat untuk meningkatkan motivasi karyawan, pertama-tama perlu diperhatikan beberapa hal yang mempengaruhi motivasi dalam bekerja, salah satunya adalah individual traits.

Aamodt (2010) menyebutkan ada tiga individual traits yang mempengaruhi motivasi karyawan, yaitu self-esteem, motivasi intrinsik, dan kebutuhan akan pencapaian.

Self-esteem

Self esteem adalah tingkatan sejauh mana seseorang menganggap dirinya berharga (Aamodt, 2010). Menurut teori konsistensi, karyawan yang memiliki self esteem yang baik akan memiliki keinginan untuk bekerja dengan baik, demikian pula sebaliknya. Sehingga dapat dikatakan bahwa karyawan yang memiliki self-esteem baik juga memiliki motivasi kerja yang baik.

Untuk meningkatkan self-esteem, karyawan dapat mengikuti workshop dimana mereka akan dibantu untuk mengetahui kekuatan yang mereka miliki dalam bekerja.

Cara lain untuk meningkatkan self-esteem karyawan adalah dengan melatih supervisor untuk meningkatkan perasaan percaya diri kepada karyawan melalui komunikasi (Aamodt, 2010). Komunikasi ini bertujuan untuk menimbulkan Pygmalion effect, proses dimana karyawan merasa atasannya memiliki kepercayaan terhadap dirinya, sehingga self-esteem dan motivasi kerjanya akan meningkat.

Motivasi Intrinsik

Individual trait kedua yang mempengaruhi motivasi karyawan adalah motivasi intrinsik, atau motivasi untuk mengatasi tantangan dalam pekerjaan. Menurut Aamodt (2010), jika seseorang termotivasi secara intrinsik maka ia akan bekerja secara baik, karena ia merasa terpicu untuk mengerjakan tugas tersebut dan menikmati tantangan untuk berhasil menyelesaikan tugas.

Kebutuhan akan Pencapaian

Individual trait ketiga adalah kebutuhan akan pencapaian. Karyawan yang memiliki kebutuhan akan pencapaian yang tinggi akan termotivasi untuk mengerjakan pekerjaan yang menantang, sedangkan karyawan yang memiliki kebutuhan akan pencapaian yang rendah akan lebih termotivasi untuk mengerjakan pekerjaan di mana dia memiliki peluang besar untuk sukses tanpa banyak tantangan.

Selain individual traits, faktor lain yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan motivasi karyawan adalah pemberian imbalan. Dengan imbalan yang pantas, karyawan akan lebih termotivasi untuk melakukan pekerjaan dengan kualitas yang baik, dan secara efektif membantu mencapai tujuan perusahaan.

Imbalan yang diberikan perlu disesuaikan dengan pengorbanan yang yang telah dilakukan oleh karyawan. Artinya, semakin besar pengorbanan karyawan untuk perusahaan atau semakin baik performa karyawan maka imbalan yang diberikan pun sebaiknya semakin besar. Pemberian imbalan yang tidak setimpal dengan pengorbanan dan harapan karyawan justru akan menurunkan motivasi dan kepuasan kerja karyawan.

Hal terakhir yang tidak kalah penting dalam meningkatkan motivasi karyawan adalah lingkungan kerja karyawan, dalam hal ini adalah karyawan lainnya. Apabila rekan kerjanya memiliki motivasi kerja yang baik dan selalu memberikan pendapat positif mengenai pekerjaannya, maka karyawan pun akan turut memiliki motivasi dan penilaian yang baik terhadap pekerjaannya.

 

Perusahaan perlu memastikan bahwa seluruh karyawan memiliki motivasi kerja yang baik, karena motivasi karyawan juga akan mempengaruhi keuntungan yang akan didapatkan.

Referensikan teman kamu