Mengintip Tanggung Jawab HRD

Senin, 6 Maret 2017 | 00:00 WIB
Mengintip Tanggung Jawab HRD

Human Resources Development

HRD, (Human Resources Development), atau Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Bahasa Indonesia, adalah bagian dari perusahaan yang bertujuan untuk membantu karyawan mengembangkan keterampilan pribadi dan organisasi, pengetahuan, serta kemampuan (Heathfield, 2016).

HRD merupakan bidang yang mengatur penekanan pada gaji karyawan, memberikan pelatihan atau training, dan juga bertugas untuk membuat karyawan merasa puas atau bahagia bekerja pada suatu organisasi.

Pada saat ini, bidang HRD mencakup beberapa aspek yang memberdayakan sumber daya manusia dalam organisasi, yang bertujuan untuk memungkinkan karyawan mampu memenuhi aspirasi diri sendiri dan mengaktualisasikan potensi mereka.

Pada umumnya, seorang HRD membutuhkan gelar sarjana di bidang sumber daya manusia untuk mampu melamar pekerjaan. Selain di bidang sumber daya manusia, gelar di bidang lainnya seperti keuangan, manajemen bisnis, teknologi informasi, atau psikologi industri juga berkesinambungan dengan kinerja HRD di dalam organisasi.

Beberapa pekerjaan dengan tingkat tinggi membutuhkan gelar master dalam sumber daya manusia dan administrasi bisnis (MBA).

Pengalaman dalam bidang sumber daya manusia yang cukup juga dibutuhkan untuk menunjukan kemampuan mengorganisir, mengarahkan, dan memimpin orang lain. Selain itu, pengalaman juga membuat calon potensial menjadi lebih matang dalam menghadapi berbagai situasi yang berhubungan dengan pengembangan sumber daya manusia, kompensasi, keselamatan karyawan, perekrutan karyawan dan hubungan karyawan.

HRD dengan pelatihan atau pendidikan formal sumber daya manusia juga menjadi nilai bonus untuk calon pelamar kerja. Sertifikat yang diberikan menunjukan keahlian profesional dan kredibilitas.

Sertifikat juga meningkatkan kemungkinan calon HRD dipilih untuk bekerja dibandingkan orang lain. Contoh pelatihan yang dapat diikuti oleh seorang HRD adalah pelatihan Career and Talent Management yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat, karir, serta kemampuan untuk memberdayakan setiap karyawan.

Sebelum menjadi HRD di sebuah organisasi, dibutuhkan wawancara untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi, seperti latar belakang calon, keterampilan, serta bagaimana calon potensial berinteraksi dan membuat koneksi dengan karyawan dan manajemen. Tanggapan calon HRD juga menunjukan bagaimana dirinya menghadapi tantangan dalam bidang sumber daya manusia dan manajemen.

Dibutuhkan beberapa kemampuan agar seorang HRD mampu menguasai pekerjaannya. HRD harus memiliki kemampuan interpersonal yang kuat agar dirinya mampu berinteraksi dengan orang-orang. Dalam melaksanakan tugasnya, HRD akan sering bekerjasama dengan tim dan membentuk koneksi yang positif dengan rekan kerjanya. Hal tersebut berkesinambungan dengan kemampuan berbicara, yang digunakan untuk dapat mempresentasikan dan memberikan informasi yang jelas kepada karyawan.

Kemampuan untuk merasakan simpati terhadap orang lain juga diperlukan sedemikian rupa untuk dapat merasakan apa yang dirasakan oleh karyawan atau rekan kerja. Dengan adanya rasa simpati, HRD mampu menentukan senang atau tidaknya, puas atau tidaknya karyawan dalam pekerjaannya. Dari hal tersebut, seorang HRD mampu menyesuaikan kepuasan karyawan dengan tujuan organisasi secara bersamaan.

Gabungan antara kemampuan dan pengalaman, mampu menghasilkan seorang HRD yang profesional dalam bidangnya. Ada sembilan kemampuan dasar yang haruslah dimiliki oleh staf HRD :

Organization. Seorang staf HRD memerlukan pendekatan dengan kandidat dan harus mengumpulkan data kandidat dengan baik, mengatur waktu dengan baik, dan yang terakhir adalah kemampuan personal yang baik. Hal tersebut dibutuhkan karena sebagai seorang staf HRD akan berhubungan langsung dengan dengan orang banyak.

Multitasking. Seorang staf HRD diminta untuk menjadi orang yang mampu dalam mengontrol suatu situasi lebih dari satu kejadian yang terjadinya secara bersamaan.

Discretion and Business Ethics. Seorang staf HRD diminta untuk menjaga kerahasiaan informasi tentang perusahaan.

Dual Focus. Seorang staf HRD harus mampu berdiri di antara kepentingan dan kebutuhan karyawan yang dimana kita dihadapi oleh suatu situasi harus memilih keputusan untuk melindungi karyawan, di saat itu juga kita dihadapi dengan situasi yang di mana kita harus melindungi organisasi dan budaya kita.

Employee Trust. Seorang karyawan akan dipercaya dan diminta oleh staf HRD untuk membela kepentingan karyawan.

Fairness. Karyawan diberikan kesempatan untuk berbicara atau mengemukakan pendapatnya, dengan mempertimbangkan aturan di suatu perusahaan yang ditegakkan dengan konsisten.

Dedications to Continuous Improvement. Seorang staf HRD harus mampu dalam mendampingi karyawannya, agar karyawan tersebut dapat mengembangkan atau meningkatkan kinerjanya di perusahaan.

Strategic Orientation. Staf HRD harus mampu merancang skema untuk program-program yang harus dijalani oleh karyawan-karyawan lainnya, dan dapat mengisi kebutuhan akan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Team Orientation. Staf HRD harus mengetahui dinamika tim yang ada di suatu perusahaan agar tujuan dari tim tersebut dapat terlaksana dengan baik dan terstruktur.

Dalam pengelolaan sumber daya manusia, HRD juga mempunyai beberapa tugas, tanggung jawab, maupun peran, yaitu persiapan, rekrutmen tenaga kerja, seleksi, dan yang terakhir adalah pengembangan dan evaluasi karyawan.

Dalam persiapan, seorang HRD harus memperhatikannya dalam faktor internal maupun eksternal. Faktor internal sendiri meliputi jumlah kebutuhan dalam mempersiapkan karyawan baru, struktur organisasi yang baru, serta departemen yang terkait. Sementara, faktor eksternal yang seorang HRD perhatikan adalah hal-hal yang mempersiapkan hukum ketenagakerjaan, dan kondisi tenaga kerja.

Penting bagi seorang HRD dalam tugas rekrutmen tenaga kerja untuk menganalisis posisi yang sedang kosong untuk dibuatkan deskripsi pekerjaan atau yang biasa disebut dengan job description dan spesifikasi dari posisi yang sedang kosong di perusahaan tersebut.

Definisi dalam seleksi tenaga kerja sendiri adalah untuk menentukan pekerjaan mana yang sesuai dengan kandidat yang mendaftar di perusahaan tersebut.

Seleksi tenaga kerja tersebut harus melewati langkah-langkah sebagai berikut: melakukan seleksi berdasarkan CV yang diberikan oleh pelamar kerja, pelamar kerja di tes wawancara dan tes tertulis, dan teakhir HRD bekerja di pengembangan dan evaluasi karyawan yang bertujuan untuk membekali tenaga kerja agar lebih dapat terkendali di bidang yang sedang ditekuni oleh karyawan.

Semua bertujuan agar seorang karyawan dapat memberikan kontribusi pekerjaan yang baik dalam perusahaan. Karyawan juga harus menguasai pekerjaan dan tanggung jawab dari pekerjaan yang sedang ia tekuni.

 

Pastinya dengan bekerja menjadi seorang HRD, akan ada kegagalan yang harus dihadapi dalam menjalankan program-program yang disusun di suatu organisasi atau perusahaan. Hal tersebut biasanya disebabkan oleh adanya rasa tidak percaya diri dari HRD yang bersangkutan. 

Referensikan teman kamu