Paham Pikiran Recruiter

Kamis, 2 Maret 2017 | 00:00 WIB
Paham Pikiran Recruiter

Anda seorang sarjana yang telah selesai menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Berbagai macam ilmu pun sudah Anda dapatkan dan sudah memadai sebagai bekal untuk mencari pekerjaan. Namun, berbagai pertanyaan mengusik pikiran Anda mengenai cara bisa memperoleh pekerjaan yang diinginkan. Apakah hanya bermodalkan ijasah dengan predikat baik? Atau perlu pengalaman berorganisasi selama menjadi mahasiswa?
Seseorang yang akan melamar di suatu perusahaan harus melalui proses recruitment dan seleksi sebelum mulai bekerja.

Recruitment adalah proses mencari calon pegawai dan membujuk mereka sehingga tertarik untuk melamar pekerjaan di suatu organisasi (Flippo, 1995). Sedangkan seleksi adalah kegiatan memutuskan pegawai yang tepat dari sekumpulan calon pegawai yang melamar dengan melalui proses perekrutan internal maupun eksternal (Hariandja, 2009). Tujuan dari kedua proses ini adalah untuk membantu perusahaan dalam mendapatkan pegawai sesuai dengan kriteria dan klasifikasi kebutuhan perusahaan. Sebelum melakukan proses tersebut, terdapat hal-hal yang harus dipersiapkan seorang pelamar. Contohnya bukti bahwa pelamar memenuhi kriteria yang bisa dilihat melalui Curriculum Vitae (CV), yang berisikan segala sesuatu mengenai diri pelamar yang dapat diketahui oleh perusahaan sehingga menjadikan nilai tambah diri pelamar.


Menurut Manullang (2001), terdapat syarat-syarat yang menjadi kualifikasi seseorang untuk melamar pekerjaan yakni keahlian, pengalaman, umur, jenis kelamin, pendidikan, keadaan fisik, penampilan, bakat, tempramen dan karakter. Keahlian diperlukan agar perusahaan mengetahui kompetensi yang dimiliki oleh pelamar. Kemudian pengalaman diperlukan agar perusahaan dapat menilai gambaran kinerja pelamar dalam setiap kegiatan yang pernah ia jalani. Umur dan jenis kelamin pun juga diperlukan agar perusahaan dapat menentukan apakah kriteria tersebut dapat disesuaikan dengan pekerjaan yang disediakan. Selain itu, melihat latar belakang pendidikan juga diperlukan agar perusahaan mendapatkan cerminan seorang pelamar dalam menyelesaikan pekerjaannya. Keadaan fisik yang memenuhi kriteria pun dapat menjadi penentu perusahaan memilih calon pegawainya.


Bakat dari seorang pelamar juga dapat diperhatikan untuk membantunya nanti dalam menyelesaikan pekerjaannya. Sedangkan tempramen dari diri seorang pelamar juga diperhatikan untuk melihat energi positif atau negatif yang dapat mempengaruhinya dalam bekerja. Saat proses wawancara pun, penampilan juga menjadi perhatian walaupun tidak menjadi fokus yang terpenting. Terakhir, karakter diperlukan untuk membantu perusahaan mengenal dan melihat seorang pelamar secara lebih personal.

Referensikan teman kamu